
Foto Chairul Tanjung (CT) menunjuk Presiden Sosilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga telah di ungga di situs resmi presiden, presidenri.go.id foto tersebut di ambil pada tanggal 24 september 2013 yang lalu. kini beredar di media sosial.
Ketua Forum Akademisi IT Hotland Sitorus mengatakan foto yang beredar merupakan hasil rekayasa setelah dilakukan digital image forensic. Namun Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo punya penjelasn lain. Pegiat telematika ini menilai pendapat Hotland salah.
"Sebenarnya tidak perlu dipersoalkan. Lebay itu. bukan soal asli atau tidaknya. karena foto tersebut memang benar asli alias bukan rekayasa," kata Roy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/9/2013
Foto tersebut memang benar-benar terjadi peristiwanya di salah satu hotel di kawasan Nusa Dua Bali, Namun CT tidak sedang menunjuk langsung, apalagi marah-marah ke SBY dan rombangan.
Tetapi sedang menjelaskan fasilitas ruangan tersebut. Jelas tampak ekspresi masing-masing tetap tenang" terang Roy
Jadi kesimpulannya, sambung dia foto tersebut merupakan foto asli yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi yang men-tweet pertama kali yang lebay dan yang membuat caption atau narasi ngaco.
"Apalagi ditambahi pakar IT ngawur yang malah salah, karena mengomentari foto tersebut yang menurut dia rekayasa, bahkan dengna forensik dan sebagainya yang ngaco. Padahal foto memang benar, hanya caption atau narasinya saja yang salah," tukas Roy.
Foto itu

Ketua Forum Akademisi IT Hotland Sitorus menyatakan telah melakukan digital image forensicterhadap foto yang beredar di Twitter dan hasilnya memang rekayasa. Terlihat dari ukuran tangan kiri CT yang digunakan untuk menunjuk SBY.
"Ukuran tangan CT tidak proporsional. Demikian juga posisi tangan kiri yang menunjuk ke arah sisi luar kiri, tidak tepat apabila disandingkan dengan posisi badan, terutama arah wajah CT. Saya jamin kalau foto tersebut adalah hasil rekayasa, jadi itu tidak perlu dibesar-besarkan," tutur Hotland
Selain itu, lanjut dia, presisi elemen gambar pada border lengan kiri tidak sama kualitasnya dengan elemen gambar tubuh CT.
"Rekayasa dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak open source gd-jpeg v1.0," tutur Hotland yang juga dikenal sebagai pakar digital forensic
RSS Feed
Twitter
21.19
Unknown
0 komentar:
Posting Komentar