Selasa, 04 Maret 2014

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengumpulkan para penasihat keamanan nasionalnya untuk memikirkan cara guna mengisolasi Rusia, setelah Kremlin mengerahkan pasukannya di Crimea—wilayah semi otonom Ukraina.

Obama, bahkan menghabiskan waktu lebih dari dua jam dengan para penasihatnya itu untuk menemukan solusi yang jitu untuk “membungkam” sepak terjang Rusia di Ukraina.

“(Mereka) membahas cara-cara yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, untuk lebih mengisolasi Rusia atas atas intervensi militernya di Ukraina,” kata seorang pejabat Gedung Putih, yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dikutip Reuters, Selasa (4/3/2014).

”Presiden (Obama) akan terus menerima update reguler perihal situasi (di Ukraina), dan tetap dalam kontak dekat dengan rekan-rekan asingnya,” imbuh pejabat tersebut.

Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, telah geram setelah menerima laporan jet tempur Rusia sudah terbang di langit Ukraina. Samantha menyebut, tidakan Rusia telah “melanggar hukum internasional”. ”Ini adalah fakta, bahwa hari ini jet Rusia memasuki wilayah udara Ukraina,” kata Samantha. 

”Aksi militer Rusia merupakan pelanggaran hukum internasional. Mobilisasi Rusia merupakan respon terhadap ancaman imajiner aksi militer. Tidak dapat dibenarkan atas dasar ancaman yang belum dibuat atau tidak sedang dilakukan. Rusia perlu terlibat secara langsung dengan pemerintah Ukraina.”

0 komentar:

Posting Komentar