Sabtu, 01 Maret 2014




Pemerintah Jerman menyebut, situasi di Crimea, wilayah semi-otonom Ukraina sudah mencekam. Jerman menyalahkan Jerman dan minta penjelasan atas perubahan situasi di wilayah itu.
 
Menteri Luar Negeri Jerman, Frank - Walter Steinmeier, pada Sabtu (1/3/2014), memperingatkan, bahwa situasi di Crimea akan menjadi berbahaya. Jerman menuntut penjelasan Rusia atas laporan pengerahan ribuan pasukannya ke wilayah Crimea.
 
“Situasi di Crimea pada khususnya, telah menjadi jauh lebih akut. Siapa pun yang menuangkan lebih banyak minyak ke api sekarang, dengan kata-kata atau tindakan, secara sadar bertujuan untuk meningkatkan eskalasi lebih lanjut,” kata Steinmeier, seperti dikutip Reuters.
 
“Semua (pasukan ) Rusia di Crimea tidak harus sesuai dengan perjanjian di Armada Laut Hitam Rusia,” katanya, menyindir alasan pengerahan ribuan pasukan militer Rusia ke Crimea. 
 
”Kami menuntut pemerintah Rusia untuk menjelaskan ke publik. Ini perlu, agar Rusia transparan soal gerakan pasukannya di Crimea, termasuk maksud dan tujuannya.”
 
Sementara itu, pemimpin Crimea, Sergei Aksenov, seperti telah meminta bantuan militer kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. ”Dengan mempertimbangkan tanggung jawab saya untuk kehidupan dan keamanan warga negara saya, saya meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu dalam memastikan kedamaian dan ketenangan di wilayah Crimea,” kata Aksenov dalam siaran pers yang disiarkan stasiun televisi negara Rusia, hari ini.

0 komentar:

Posting Komentar